4.1 Active directory
Active Directory merupakan sebuah directory service yang menyimpan berbagai informasi seperti resource dalam network sehingga bisa diakses oleh aplikasi dan user. Bagi orang awam, Active Directory biasa diartikan sebagai sebuah file dengan database terpusat.
4.1.1 Instalasi Active Directory
1. Klik tombol Start/Run
2. Ketikkan dcpromo kemudian klik OK

Gambar 4.2.1Ketikkan dcpromo
3. Maka akan tampil menu Welcome to the Active Directory Installasition Wizard yang akan menuntun kita pada saat proses instalasi ActiveDirectory (gambar 4.3) klik next untuk melanjutkan.

Gambar 4.3.2 Kotak Dialog Installasi Active Directory
4. Kemudian klik Next untuk melanjutkan…
Gambar 4.4.3
5. Selanjutnya anda akan dihadapkan dengan 2 macam pilihan, karena kita akan membuat domain yangn baru maka Pilih opsi yang pertama. Artinya anda berniat untuk membuat Domain baru dan opsi yang kedua artinya anda sudah memiliki sebuah Domain. (gambar 4.5.4) Klik Next.
\Gambar 4.5.4 Pilihan dalam Instalasi sebuah Domain
6. Pada opsi selanjutnya, anda akan dihadapkan dengan 3 buah pilihan. (Lihat gambar 4.6.5) Pilhan Pertama:
· Domain in a new forest
Pilihan untuk membuat domain baru dalam sebuah forest baru dan computer yang bersangkutan akan menjadi root domain atau installasi sebuah jaringan yang benar-benar baru.
Pilihan Kedua:
· Child domain in an exiting domain tree
Memungkinkan anda membuat sub domain dari sebuah domain yang telah ada. Dengan catatan anda harus mempunyai domain yang terbentuk dari pilihan pertama(Domain in a new forest). Sebagai contoh, anda telah mempunyai domain dengan nama setyabhakti.ac.id, maka dengan pilihan yang ke dua ini anda bisa membuat lagi subdomaintarunabhakti.setyabhakti.ac.id.
Pilihan Ketiga:
· Domain tree in an exiting forest
Memungkin anda membuat sebuah tree baru sehingga terbentuk suatu forest. Artinya jika anda sebelumnya sudah memiliki domain setyabhakti.ac.id, maka kali ini anda bisa membuat sebuah tree baru dengan nama tarunabhakti.com.
Gambar 4.6.5
7. Selanjutnya Windows 2003 akan mengecek konfigurasi DNS Server. Jika anda telah menginstal DNS server terlebih dahulu, maka anda tidak akan ditanya lagi untuk menginstal server DNS ini. Pada dialog ini, pilih opsi No, just install and configure DNS on this computer. Artinya anda hanya menginstal dan mengkonfigurasi DNS pada komputer ini saja. (Lihat gambar
4.7.6 dibawah ini)…
.
Gambar 4.7.6
8. Masukkan nama domain yang ingin anda buat dalam jaringan. Misalnya, tarunabhakti.com, dsb. Dalam pembuatan laporan ini, saya menggunakan domain dengan nama ilkom .ac.id. Jika anda tidak terkait langsung dengan internet, anda dapat menggunakan domain apa saja seperti menggunakan .sto. (Lihat Gambar 4.8.7)

Gambar 4.8.7
- Pemberian nama DNS yang baru untuk sebuah Domain

Gambar 4.8.8
- Setelah pengecekan keberadaan server DNS, instalasi active directory akan meminta anda memasukkan nama domain berdasarkan aturan NetBIOS yang tidak mengenal karaketer titik(.) dan hanya terbatas pada 15 karakter. (Lihat gambar 4.9.8) Penggunaan nama NetBIOS ini sebenarnya sudah tidak diperlukan seandainya komputer anda telah menggunakan Windows 2000, 2003 dan windows XP. karena penggunaan NetBIOS ini sebenarnya untuk kompatibilitas dengan system operasi lama seperti 95, 98, NT ,dsb yang tidak mengenal ActiveDirectory.klik next untuk melanjutkan

Gambar 4.9.8Pemberian nama Domain NetBIOS
- . Selanjutnya anda akan ditanya tentang lokasi database untuk active directory dan file Log Active Directory yang secara default diletakkan pada direktori C:\Windows\NTDS. (Gambar 4.10.9)klik Next untuk melanjutkan.

Gambar 4.10.9
- Selanjutnya anda akan di tanya mengenai lokasi folder SYSVOL(Shared system VOLume) klik next untuk melanjutkan.

Gambar 4.10.10 Pengalokasian Database
- pada kotak dialog selanjutnya anda akan di tanyakan mengenai permission atau ijin. Ada dua pilihan, yaitu :
pilihan pertama
· Permission compatible with pre-Windows 2000 server operating system
Artinya Server compatible pada windows 2000 kebawah
pilihan kedua
· Permission compatible only with Windows 2000 or Windows Server 2003 Operating System.
Server hanya compatible pada Windows 2000 dan Windows Server 2003.
(Lihat Gambar 4.11.11) pilih pilihan yang pertama

Gambar 4.11.11
- Anda akan diminta untuk memasukkan password, Password disini berbeda dengan password saat kita mengintal Windows Server 2003 karena ini merupakan password Active Directory bukan password untuk log on. (Lihat gambar 4.12.12)

Gambar 4.12.12
- akan tampil daftar dari input sewaktu kita menginstal tadi, jika telahdisetujui klik saja Next.(Gambar 4.13.13)

Gambar 4.13.13
- Proses konfigurasi Active Directory sedang berlangsung.(Gambar 4.14.14)

Gambar 4.14.14
Proses konfigurasi telah selesai, klik Finish untuk mengakhiri.
Gambar 4.15.15
Setelah selesai membuat DNS server, sekarang kita akan membuat DHCP yang akan kita gunakan untuk pemberian IP Address secara Dinamic
4.2 Instalasi DNS Server
1. Klik Start/Control Panel /Add or Remove Programs
2. Klik Add or Remove Windows Component (Gambar 8.2.1)

Gambar 8.2.1 Dialog Add or Remove Windows Component
3. Pilih Networking Services, Kemudian klik Details… (lihat gambar 8.3.2)

4. Beri tanda cek pada Domain Name System (DNS). Setelah selesai klik
OK(gambar 8.4.3), kemudian klik Next. (Gambar 8.4.4)


Proses Instalasi DNS Server sedang berlangsung

5. kotak di alog yang menyatakan bahwa proses instalasi telah selesai

Klik Finish untuk mengakhiri
4.2.1 Konfigurasi DNS Server
Untuk mengkonfigurasi DNS Server, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan. Pertama adalah melakukan konfigurasi terhadap Reverse Lookup Zone dan Forward Lookup Zone. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
4.2.1.1 Forward Lookup Zone
1. Klik Start/Administative Tools/DNS
2. Klik kanan pada Reverse Lookup zone di DNS Console dan pilih New Zone.
(Lihat gambar 8.2.7)


3. selanjutnya anda diminta untuk menentukan tipe dari “zone” yang ingin di buat. Biarkan saja dalam keadaan default (gambar 8.3.9), kemudian klik next

4. Kemudian anda diperintahkan untuk menekan next kembali

5. Masukkan Network ID untuk Reverse Lookup zone lalu klik Next

6. Pilih opsi Do not allow dynamic updates kemudian klik Next


7. Klik Finish untuk mengakhiri.
4.2.1.2 Forward Lookup Zone
Pada dasarnya, konfigurasi Forward Lookup Zone hampir sama seperti mengkonfigurasi Reverse lookup Zone. Untuk lebih jelasnya, ikutilah langkah-langkah dibawah ini:
1. Klik Start/Administative Tools/DNS
2. Klik kanan pada Forward Lookup Zone di DNS Console dan pilih New Zone.
(Lihat gambar 8.2.14)

3. Klik Next untuk melanjutkan

4. Pilih Primary Zone untuk zona type kemudian klik Next. (gambar 8.4.16)

5. Biarkan pada pilihan default kemudian klik Next

6. Masukkan Zone name. Misalnya Asus.com kemudian klik Next. (gambar 8.6.18)

7. Pilih Do not allow dynamic updates lalu klik Next lagi. (gambar 8.7.19)

8. Klik Finish untuk mengakhiri.

4.2.1.3 Konfigurasi DNS Client
Pada DNS Client, masukkan IP address DNS Server pada TCP/IP
Properties Network Adapter. Setelah itu, masukkan IP Address ysng sesuai untuk client tersebut. (Gambar 8.3.21)

4.3 DHCP(Dynamic Host Configuration Protocol)
DHCP adalah layananan yang secara otomatis memberikan IP kepada computer yang memintanya. Komputer yang meminta IP Address disebut DHCP Client dan komputer yang memberikan IP Address disebut DHCP Server.
Dengan demikian seorang administrator tidak perlu lagi memberikan IP Address secara menual pada sisi client. Kita cukup mengeset batas alamat yang akan kita berikan untuk node(workstation) pada scope DHCP Server IP Address diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. IP Address dipinjamkan dalam masa waktu tertentu yang disebut dengan lease periode. Bisa dalam hitungan hari, jam atau menit.
4.3.1 Intalasi DHCP Server
1. Klik Start/Control Panel/Add or Remove Programs.
2. Kemudian klik Add/Remove Windows Component. (Lihat gambar 7.2.1).

Gambar 7.2.1. Kotak dialog Add or Remove Programs
3. Pilih Networking Service, lalu klik Details… (lihat gambar 7.3.2).

Gambar . 7.4.2
4. Beri tanda Cek pada Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP). Klik OK.
Gambar 7.4.3. Pemberian tanda cek pada DHCP
5.
klik next untuk melanjutkan.
Gambar 7.4.4.
6. Proses installasi DHCP sedang berlangsung.

7.Komputer akan meminta IP Address yang Static( tetap). Jika tampil kotak dialog seperti di bawah , klik Ok, kemudian masukkan IP Address static terlebih dulu

Gambar 7.4.6.
8. selanjutnya akan muncul kotak dialog yang menyatakan bahwa instalsi komplit dan Klik Finish untuk mengakhirinya.

Gambar 7.4.7
4.3.2 Konfigurasi DHCP Server
Dalam mengkonfigurasi DHCP Server, yang pertama kita lakukan adalah membuat scope atau jangkauan terlebih dahulu. Setelah scope ditentukan, barulah kita mengkonfigurasi client. Dalam hal ini semua client tidak perlu membuat IP Address sendiri secara manual karena akan didistribusikan langsung oleh DHCP Server.
4.3.2.1 Membuat Scope
Dalam mengkonfigurasikan DHCP Server, yang terpenting adalah anda harus menentukan IP Address awal dan IP Address akhir serta IP lain yang akan digunakan dan akan berhubungan dengan keperluan suatu jaringan. Langkah- langkah dalam membuat jangkauan/scope ini adalah sebagai berikut:
1. Buka DHCP Console melalui Tombol Start/Administrative Tools/DHCP.

Gambar 7.1.8 Dialog Console DHCP untuk menentukan Scope
2. Klik kanan nama server anda dan pilih New Scope (lihat gambar 7.2.9).
Gambar 7.2.9 Membuat Scope
3. akan tampil new scope Wizard yang akan menuntun anda dalam melakukan instalasi. Klik Next untuk melanjutkan (Lihat 7.3.10).

Gambar7.3.10 Kotak Dialog New Scope Wizard
4. Selanjutnya kita diminta untuk memberi nama scope baru untuk DHCP Server anda, klik Next untuk melanjutkan.

Gambar 7.3.11
5. Tentukan IP awal dan IP akhir untuk setiap Client.

Gambar 7.3.12
6. Tampil kotak dialog yang berisi Exlutions IP Address yaitu IP yang didak boleh di pakai, misalkan untuk IP Device (Printer atau Switch).

Gambar 7.3.13
7. Anda juga bisa menentukan lamanya IP Address untuk direset untuk tiap masing-masing Client

Gambar 7.3.14
8. Selanjutnya kita akan di hadapkan pada dua pilihan, jika kita inginmengkonfigurasikan DHCP server di lain waktu maka Pilih pilihan No, I will configure these options later. Artinya anda bisa mengkonfigurasi DHCP dilain waktu. (Lihat gambar 7.3.15)

Gambar 7.3.15 Memilih No pada kotak dialog ini
9. Akan tampil Kotak dialog yang menyatakan instalasi komplit danklik Finish untuk mengakhirinya.

Gambar 7.3.16
4.3.2.2 Konfigurasi DHCP Client
Setelah anda melakukan setting tadi di komputer server, langkah selanjutnya adalah melakukan setting masing-masing komputer client yang terkoneksi ke computer server. Langkah yang harus anda lakukan adalah pada TCP/IP properties pilih Obtain IP Address Automatically atau Obtain IP Address from DHCP Server




