Daftar Pelatih Tim Nasional Senior Indonesia

No

Nama

Negara

Tahun

1

Choo Seng Quee

Singapura

1951-1953

2

Tony Pogacknik

Yugoslavia

1954-1964

3

E. A. Mangindaan

Indonesia

1966-1970

4

Endang Witarsa

Indonesia

1970-1970

5

Djamiaat Dalhar

Indonesia

1971-1972

6

Suwardi Arland

Indonesia

1972-1974

7

Aang Witarsa

Indonesia

1974-1975

8

Wiel Coerver

Belanda

1975-1976

9

Suwardi Arland

Indonesia

1976-1978

10

Frans Van Balkom

Belanda

1978-1979

11

Marek Janota

Polandia

1979-1980

12

Bernd Fischer

Jerman

1980-1981

13

Harry Tjong

Indonesia

1981-1982

14

Sinyo Aliandoe

Indonesia

1982-1983

15

Trio Basiska (Basri, Iswadi, kadir)

Indonesia

1983-1984

16

Bertje Matulapelwa

Indonesia

1985-1987

17

Anatoly Polosin

Rusia

1987-1991

18

Ivan Toplak

Cekoslovakia

1991-1993

19

Romano Matte

Italia

1993-1995

20

Danurwindo

Indonesia

1995-1996

21

Henk Wullems

Belanda

1996-1997

22

Rusdy Bahalwan

Indonesia

1998

23

Bernard Schumm

Jerman

1999

24

Nandar Iskandar

Indonesia

1999-2000

25

Benny Dollo

Indonesia

2000-2001

26

Ivan Kolev

Bulgaria

2002-2004

27

Peter Withe

Inggris

2004-2007

28

Ivan Kolev

Bulgaria

2007

29

Benny Dollo

Indonesia

2008-Sekarang (kontrak 2 tahun)

 

 

Event Besar Yang Pernah Diikuti

  1. Olimpiade (1956)
  2. Piala Asia (1996, 2000, 2004)
  3. Asian Games (1951, 1958, 1962, 1966, 1970, 1986)
  4. Sea Games (1977, 1979, 1981, 1983, 1985, 1987, 1989, 1991, 1993, 1995, 1997, 1999, 2001, 2003)
  5. Tiger Cup (1996, 1998, 2000, 2002, 2004)

Prestasi Tim Nasional

Asian Games :

  1. Tahun 1958. mendapatkan perunggu.
  2. Tahun 1986. duduk di peringkat 4.

Sea Games :

  1. Tahun 1979. mendapatkan perak.
  2. Tahun 1981. mendapatkan perunggu.
  3. Tahun 1987. mendapatkan emas.
  4. Tahun 1989. mendapatkan perunggu.
  5. Tahun 1991. mendapatkan emas.
  6. Tahun 1997. mendapatkan perak.
  7. Tahun 1999. mendapatkan perunggu.

Tiger Cup :

  1. Tahun 1998. mendapatkan juara 3.
  2. Tahun 2000. mendapatkan juara 2.
  3. Tahun 2002. mendapatkan juara 2.
  4. Tahun 2004. mendapatkan juara 2.

Momen Indah Tim Nasional

Piala Dunia (1938)

  1. Pada Piala Dunia di Perancis ini memang bukan tim PSSI yang berangkat. Namun pemain NIVU dengan nama Hindia Belanda. Meskipun begitu kita tetap bangga karena para pemain NIVU tersebut kebanyakan adalah orang pribumi.

Olimpiade (1956)

  1. Olimpiade diselenggarakan di Melbourne Australia. Tim asuhan Toni Pogacknik ini berhasil membuat sensasi dengan menahan imbang raksasa sepakbola dunia saat itu yaitu Uni Soviet dengan skor 0-0.

Asian Games (1958)

  1. Masih dilatih oleh Toni Pogacknik,pada Asia Games Tokyo ini Timnas berhasil meraih medali perunggu yang merupakan medali pertama yang diperoleh oleh Indonesia pada turnamen resmi Internasional.

Sea Games (1987)

  1. Di Stadion Utama Senayan,Indonesia untuk pertama kilinya berhasil menjadi juara pada ajang SEA Games. Indonesia Juara setelah gol tunggal Ribut Waidi bersarang di jala Malaysia.

Sea Games (1991)

  1. Untuk yang kedua kalinya Indonesia berhasil meraih medali emaspada ajang SEA Games yang berlangsung di Manila Filipina. Di Final Indonesia menang 4-3 melalui adu pinalti.

Piala Asia (1996)

  1. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia berhasil lolos ke Piala Asia. Piala Asia 2004 diselenggarakan di Uni Emirat Arab. Partai pertama Indonesia menjadi kenangan terindah bagi Indonesia.Indonesia secata mengejutkan menahan imbang juara piala teluk Kuwait setelah sebelumnya unggul 2-0.Kedua gol Indonesia dicetak dengan spektakuler. Gol salto Widodo yang merupakan gol pertama dinobatlan sebagai gol terbaik asia tahun 1996.

Piala Asia (2004)

  1. Piala Asia 2004 di China ini merupakan kali ketiga untuk Indonesia. Pada Piala Asia inilah Indonesia berhasil menorehkan sejarah baru dengan mencatat kemenangan pertamanya dalam ajang Piala Asia lewat kemengan 2-1 atas Qatar.Tim asuhan Ivan Kolev ini sebenarnya berpeluang untuk kembali mencatat sejarah lolos ke babak perempat final, namun sayang pada partai terakhir Indonesia kalah 1-3 dari Bahrain.

Momen Pahit Tim Nasional

Asian Games (1962)

  1. Setelah meraih prestasi mendapat medali perunggu pada tahun 1958, indonesia memilki optimisme tinggi pada AG 1962 di Jakarta. Namun Indonesia malah gagal di babak awal setelah dihempaskan Malaysia 2-3. Disinyalir terjadi skandal suap sehingga Toni tidak dapat menurunkan sejunlah pemain terbaiknya.

Pra Olimpiade (1976)

  1. Indonesia nyaris lolos kembali ke olimpiade Montreal . Bertemu Korea Utara di partai final grup II Asia yang digelar di Senayan, pasukan Coerver tampil lumayan hebat, meski akhirnya kalah adu pinalti setelah sebelumnya bermain imbang dengan skor 0-0.

Sea Games (1995)

  1. Indonesia yang tampil dengan gabungan pemain dari liga Dunhill dan primavera dan dilatih oleh Romana Matte berangkat ke Chiang Mai dengan dukungan penuh seluruh insan spakbola tanah air yang sedang mengalami euforia. namun hasil pahit harus diterima setelah gagal lolos dari grup. Indonesia dua kali kalah dari Thailand dan Vietnam.

Sea Games (1997)

  1. Kerinduan untuk meraih kembali supremasi sepakbola di SEA Games nyaris terwujud. Dalam partai final di Stadion Utama Senayan yang dipadati oleh 120.000 penonton Indonesia scara tragis kalah lewat drama adu penalti. Pemain muda Uston Nawawi gagal mengeksekusi penalti terakhir Indonesia.

Tiger Cup (1998)

  1. Pada tahun ini wajah persepakbolaan Indonesia sangat tercoreng di mata dunia Internasional. Kasus gol bunuh diri secara sengaja oleh Mursyid Efendi ketika bertanding melawan Thailand di babak penyisihan grup adalah penyebabnya.

Tiger Cup (2002)

  1. Berbekal grafik yang terus meningkat dalam keikutsertaan piala tiger Indonesia optimis meraih juara pada tiger cup yang diselenggarakan di dua negara Indonesia dan Singapura. Pada partai final di Stadion Utama Senayan yang dipadati 120.000 penonton lagi – lagi tragedi adu penalti seperti final SEA Games 1997 terulang. Indonesia kembali kalah oleh Thailand.

Tiger Cup (2004)

Kembali Indonesia menduduki peringkat dua Tiger Cup untuk yang ke tiga kalinya secara beruntun, namun kali ini berada dibawah Singapura. Mengawali turnamen dengan rekor fantastis di babak penyisihan dengan tanpa kemasukan satu gol pun, Indonesia berhasil menundukkan Malaysia di semi final secara dramatis dan sensasional. Namun anti klimaks terjadi pada saat dua pertandingan final. Dalam kedua partai tersebut Indonesia bertekuk lutut dari Singapura, bahkan ketika bertanding dihadapan 100.000 penonton di Jakarta.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: